Sajak Hujan

Sajak Hujan

Rintik hujan jatuh tepat ketika kau menggenggam tanganku. Menarikku dalam sebuah angan terpendam. Pelukanmu. 

Hujan. Memadukan rindu menjadi sendu ketika kau jauh. Tak menjadi milikku lagi.

Dulu aku benci hujan. Membuatku selalu mengingat potongan-potongan memori yang penah kita lewati. Sekarangpun masih.

Hujan mampu membuatku mengingatmu, apakah kau juga demikian? Merasakan hal yang sama?

Hujan mampu menerbitkan bayanganmu lagi, namun belum bisa membuatku menyingkirkanmu dari ingatanku.

Solo, 17 September 2011

Saat hujan turun membasahi bumi ~ 

_Cherlly_

#1 Step and..

#1 Step and..

 

Haaaaaaaaaaaaaiiiiiii……

 

Postingan untuk kesekian kalinya di saat gue lagi sibuk-sibuknya ama masalah masa depan. *halah*

 

Gue nulis postingan ini, dengan mata yang setengah sipit, ngantuk berat setelah setengah harian gue ngerevisi skripsi gue. Yah, resiko jadi mahasiswa tingkat akhir yang harus dihadapkan dengan tugas akhir/skripsi.

 

Jujur, gue orangnya mut-mutan. Bukan orang yang suka ngemut ato diemut loh! *halah*

Bisa dikatakan gue orang yang moody abes. Dan dikala skripsi gue belum selesei, gue seringkali galau. Galau gara-gara skripsi, ditambah galau gara-gara-pacar-gue-yang-labil-itu. *tsaahh*

 

Labil karna kita kebetulan sama-sama ngerjain tugas akhir. Kalo boleh jujur, saling mensupport itu kunci utamanya. Tapi, kadang gara-gara saking mensupportnya, bikin gue ama dia jengah. Kebetulan gue ama pacar-gue-yang-super-labil-itu, sering misscom. Sering salah tangkep. Yaelah, pacaran aja kek gini, gimana ntar pas nikah? *tsaaaaaaaaaahhh* *kepanjangan*

Intinya, gue ama dia emang lagi stuck ama tugas akhir masing-masing. Belum lagi, masalah yang kadang-bikin-hubungan-kita-makin-runyam. Hubungan LDR yang bikin gue cenat-cenut.

Read the rest of this entry

Lelakiku

Lelakiku

Aku terbangun dan terjaga dari tidurku. Pikiranku tertuju padamu, lelakiku.
Aku kembali mengingat saat-saat itu, saat kita melewatkan hari berdua.
Aku ingat, saat matahri menyentuh kulitku, senyummu tersungging ikhlas.
Tatapan mata kita saling bertemu.
Aku melihat tatapanmu yang begitu redup.
Aku ingat setiap detail wajahmu saat itu.
Lekuk tubuhmu, bahasa tubuhmu.

Suaramu terucap begitu lembut, namun pasti.

Read the rest of this entry

Tajam Hujanmu

Tajam Hujanmu

tajam hujanmu

ini sudah terlanjur mencintaimu:

payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,

air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,

aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,

arloji yang buram berair kacanya,

dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan

deras dinginmu

sembilu hujanmu


(Sapardi Djoko Damono, Perahu Kertas, Kumpulan Sajak, 1982)


:: untuk seorang lelaki-ku ::

After Comeback…

After Comeback…

Salamolekumm!!

*bersihin sarang laba-laba*

Hai Mei! Apa kabarmuh?? *kedip-kedip*

Lama jugak tak menyambangi blog ini, rumah kedua bagi saya. Maapkeun saya yang nyaris 2 bulan tanpa kabar. Maap.. maap..

Dimaapin kan? Awas kalo nggak!! :P

Eniweii.. kalo ada yang nanya kabar saya, Alhamdulillah baik. Kalo ada yang nanya bagaimana kabar Mamah, Papah, adek, kakak.. Alhamdulillah jugak, baik semuanya. Kalo ada yang nanya kabar hamster saya si Jason-Jazzy, maap mereka udah mati sejak 4 bulan yang lalu. *sigh*

Saya sadar kok inih tulisan mulai ngawur ya? Okelah, mari kembali pada pembicaraan yang normal. *benerin posisi mic*

Niat postingan ini adalah, saya ingin berbagi cerita. Etapii.. saya hanya ingin berkangen-kangen ria. Memanjakan otak, mata dan jari saya dengan menuruti keinginan menulis di blog ini. Saya rindu. Rindu dengan semua cerita-cerita yang saya tulis sendiri. *halah*

Mungkin memang kebanyakan cerita saya sedikit banyak labil. Galau maksimal. Tapi. inilah ciri blog saya. *sombong*

Okeee.. sekiranya sudah dulu basa-basi saya. Next time lanjut lagihhh..

:) ))

Byeee.. *ketjup jaoh*

~Cherlly Pritta ~